7 Sambaran Petir Mengerikan Di Indonesia

Penangkal Petir (revolusipetir.com) 7 Sambaran Petir Mengerikan Di Indonesia

7 Sambaran Petir Mengerikan Di Indonesia

INDONESIA NEGERI PETIR

Indonesia Negeri yang kaya petir, bulan Maret 2017, jika ditotal Indonesia mengalami ratusan ribu petir. Di Jawa Barat dan DKI Jakarta saja, total kejadian petir mencapai lebih dari 60.000. Bulan Februari 2017. Kejadian petir di DKI Jakarta dan sekitarnya lebih dari 60.000 dan di Jawa Barat antara 45.000 dan 60.000. Wilayah lain dengan tingkat kejadian petir tinggi pada Februari dan Maret tahun 2017 adalah Medan, Sumatera Selatan bagian barat, dan Sulawesi Tenggara.

Peneliti petir dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Syarif Hidayat, mengungkapkan, sebagai negara tropis, tingkat kejadian petir di Indonesia memang tinggi, bisa 24 kejadian per kilometer per hari. Sebagai perbandingan, Florida yang di Amerika Serikat tertinggi hanya 12 kejadian.

Wilayah Indonesia dengan tingkat kejadian petir tinggi misalnya Depok dan Bogor. Sebabnya, dua wilayah itu berada di lereng gunung dan dekat laut, di lereng gunung dan dekat laut, konveksi berlangsung cepat dan membentuk awan kumulonimbus sehingga potensi petir tinggi.

Wilayah lain yang punya tingkat kejadian petir tinggi adalah yang berada di dekat selat. Misalnya Riau dan Jambi, di wilayah selat yang area perairannya relatif sempit, konveksi cepat dan menyebar ke daratan sekitarnya sehingga tingkat petir tinggi. Berada di negeri petir, warga Indonesia harus mewaspadai bila tak ingin tersambar. Sejumlah langkah sederhana bisa dilakukan untuk mengantisipasi petir. Misalnya, tidak memasang antena TV terlalu tinggi, memasang obyek penangkal petir di sekitar rumah, dan tidak berada di wilayah terbuka saat hujan. Sama seperti gempa, tsunami, dan fenomena alam lainnya, petir bisa memicu bencana. Tapi, potensi manusia menjadi korban akan lebih kecil bila mewaspadainya.

 

 

 

7 Peristiwa Petir Mengerikan di Indonesia.

 

1. SISWA SMP TERSAMBAR PETIR

Para siswa sekolah SMP Al Alaq Komplek Perumahan Asean Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara tersebut tengah bersama orang dewasa yang sedang berada di dalam kantin sekolah saat tiba-tiba petir menyambar mereka. Saat itu hujan diiringi dengan petir besar menyambar pohon yang berada di atas kantin tersebut, sehingga petir langsung menyambar para korban yang berada di dalam kantin.

Akibat sambaran petir tersebut, 13 orang terkena dampak. Dua di antaranya meninggal dunia, satu orang kritis dan 10 lainnya luka ringan dan trauma. Seluruh korban dibawa ke rumah sakit Komplek Perumahan Arun Kota Lhokseumawe. Sedangkan korban tewas dibawa ke rumah duka.

 

2. TIGA ORANG TERSAMBAR PETIR

Sedikitnya tiga orang menjadi korban sambaran petir akibat cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah eks Karesidenan Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/11/2017). Seorang petani di Kebumen bernama Saryono (42), nyaris meregang nyawa pasca tersambar petir saat membajak sawah sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut saksi mata, Supri (30), warga Dukuh Kalisawah, Desa Adimulyo, korban nekat tetap membajak sawah menggunakan traktor saat hujan deras. Tiba-tiba, kilat petir menyambar korban yang langsung terkapar di tempat. Kasubbag Humas Polres Kebumen, Ajun Komisaris Willy Budiyanto mengatakan, beruntung nyawa Saryono masih tertolong, meski menderita luka bakar pada pundak kiri. Saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif di Poliklinik Umum (PKU) Muhammadiyah Sruweng.

Sementara di hari yang sama, petir juga menyambar sebuah rumah di Desa Krajan RT 3 RW 1 Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Akibatnya, dua orang penghuni rumah yakni Kidam (58) dan putranya, Anto (30) menderita luka bakar pada kaki dan gangguan pendengaran.  “Kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, diduga petir menyambar lewat antena televisi di rumah. Saat ini kedua korban sudah dilarikan ke RSUD Ajibarang,” kata anggota Komando Resor Militer 071 Wijaya Kusuma, Kusnawan. Selain itu, sejumlah peralatan elektronik milik korban mengalami kerusakan dan instalasi listrik di rumah tersebut juga ikut terbakar.

Berdasarkan peringatan dini cuaca Provinsi Jawa Tengah yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, sebagian besar wilayah di Jawa Tengah berpotensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. “Kondisi tersebut berlangsung sampai pukul 18.00 WIB. Potensi hujan disertai petir dan angin terjadi di wilayah selatan Jawa Tengah dan meluas ke bagian utara,” ujar Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo.

 

3. NELAYAN NYARIS MENJADI KORBAN PETIR

Situbondo - Seorang nelayan hampir saja menjadi korban sambaran petir. Sunjoto (45), nelayan asal Desa Tanjung Kamal Kecamatan Mangaran, nyaris terkena sambaran petir saat sedang memancing ikan di tengah laut. Beruntung, petir yang menyambar hanya mengenai tiang layar perahu yang ditumpangi Sunjoto. Akibatnya tiang bambu itu langsung patah. Sunjoto yang berada tak jauh dari tiang layar pun ikut terlempar, hingga sempat tak sadarkan diri di dalam papan tempat duduknya.  "Korban selamat, hanya tiang perahunya yang patah kena sambar petir. Korban terlempar dan sempat tak sadarkan diri di bawah papan tempat duduk. Dia sangat bersyukur bisa selamat," kata staf Trantib Kecamatan Mangaran, Hendra kepada detikcom, Selasa (21/11/2017).

Dari informasi yang diterima detikcom, insiden perahu terkena sambaran petir di laut Kecamatan Mangaran itu terjadi siang tadi. Saat itu, Sunjoto pergi memancing ke tengah laut, dengan jarak sekitar 1,5 mil dari bibir pantai Tanjung Kamal. Menggunakan perahu jenis kateran, Sunjoto menjalankan aktivitasnya seorang diri. Saat asyik memancing itulah, kondisi cuaca di tengah laut mendadak turun hujan deras. Bahkan, petir menggelegar juga ikut mengiringi turunnya hujan. Tiba-tiba sambaran petir itu mengenai perahu kateran yang ditumpangi Sunjoto, hingga kayu layarnya patah. Sunjoto yang terpental ke bawah papan tempat duduk dalam perahu sempat tak sadarkan diri.  "Tapi tak lama korban kembali siuman. Untung tak jauh dari tempat korban ada nelayan lain, hingga korban langsung dievakuasi ke tepi pantai," papar Hendra. Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya kayu pada layar perahu korban mengalami patah akibat terkena sambaran petir.

 

4. MARKAS PS TNI

23 Januari 2018, Markas baru PS TNI di Stadion Sultan Agung Bantul disambar petir. Hal ini membuat ruangan yang berada sisi utara ruang VVIP terbakar serta membakar alat untuk latihan atletik. Dua unit mobil pemadam kebakaran diturunkan untuk menjinakkan si jago merah. Butuh waktu hingga 1,5 jam api benar-benar padam. Salah seorang petugas perawatan stadion, Murdono, menjelaskan petir menyambar panel listrik di sisi utara Tribun Barat stadion sekitar pukul 14.00 WIB. Sambaran petir ini kemudian merambat pada tumpukan busa setebal 1 meter yang berada di ruangan penyimpanan. "Busanya ada di bawah panel yang tersambar," jelas Murdono, Selasa, 23 Januari 2018.

Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan saat itu sempat kesulitan karena tebalnya asap yang memenuhi ruangan. Petugas harus membuka paksa beberapa pintu agar asap bisa berkurang. Kapolsek Jetis, AKP S Parmin, mengatakan laporan kebakaran itu diterimanya dari petugas jaga stadion. Sesuai prosedur, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kebakaran yang terjadi saat hujan mengguyur wilayah tersebut. "Keterangan sementara ini diduga akibat sambaran petir," katanya.

 

5. RUMAH & ELEKTRONIK RUSAK PARAH

Hujan deras disertai angin kencang dan petir, melanda sebagian wilayah Magelang, pada Selasa (26/9) malam. Akibatnya, sejumlah warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, terkena imbas sambaran petir. Salah satu warga yang terkena dampak paling parah, yakni Tasripan (50), warga Dusun Sangubanyu Utara, RT 01 RW 12, Desa Banyuwangi. Bagaimana tidak, sambaran petir merusakkan barang-barang elektronik yang ada di rumahnya, dengan total kerugian mencapai Rp 50 juta. Dari informasi yang dihimpun, petir menyambar kediaman Tasripan pada kisaran pukul 19.45 WIB. Selain barang-barang elektronik, genteng dan sebagian kaca rumah milik pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual nasi goreng itu, turut mengalami kerusakan. Akibatnya, rumah berukuran 20x10 meter persegi itu, mengalami kerusakan cukup parah, di bagian atap yang terhambur berserakan. Kemudian, pada pagi harinya, Rabu (27/9), warga sekitar memperbaikinya dengan gotong royong.

Sekretaris Desa Banyuwangi, Abdul Cholik, mengatakan bahwa Tasripan bukan satu-satunya warga yang menjadi korban sambaran petir. Termasuk sejumlah inventaris milik SD Negeri III Banyuwangi, antara lain satu unit handphone, perangkat wifi dan bel listrik. "Kalau rumah Pak Tasripan, yang rusak bagian genteng dan kaca jendela pecah, serta barang-barang elektronik. Kemudian, ada 13 rumah lain, yang terdampak, barang-barang elektronikanya rusak juga, termasuk mesin pengisian ulang air," ungkapnya, Rabu (27/9). Adapun warga lain yang turut terkena dampak sambaran petir adalah Eko Samekto (35), dimana mesin isi ulang air, yang digunakan untuk usahanya sehari-hari, mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa berfungsi normal seperti sedia kala. Begitu juga dengan peralatan servis handphone di konter milik Mahfut, serta sejumlah barang elektronik kepunyaan Slamet Sahudi (tv), Abdul Badit (tv), Mad Kadir (tv) dan Jafur (tv).

Sementara itu, Kapolsek Bandongan, AKP I Gede Mahardika, mengungkapkan kalau warga sekitar langsung berinisiatif bergotong royong, untuk memperbaiki sejumlah kerusakan yang melanda kediaman Tasripan, sehingga rumah tersebut bisa segera layak dihuni kembali."Warga langsung gotong royong memperbaik rumah Pak Tasripan, yang rusak karena sambaran petir. Dalam kejadian ini, memang tidak menimbulkan korban jiwa, hanya barang-barang elektronik yang rusak."

 

6. LISTRIK PADAM – PONTIANAK

23 Juni 2017, Hujan disertai angina kencang dan petir melanda Pontianak – KALBAR. Hujan angin dan sambaran petir tersebut mengakibatkan kerusakan pada Surge Arrester yang berfungsi melindungi trafo distribusi milik PLN pada jumat malam.

Menurut Manajer PLN Area Pontianak, Hitler SP Togatorop, awalnya ada laporan terjadi padam listrik dari pelanggan yang berdomisili di jalan HM. Soewignyo. "Petugas segera meluncur ke lokasi dan ditemukan dua lokasi lightning arrester yang rusak, yakni di gardu distribusi jalan Soewignyo depan kantor Lurah Sei Jawi Dalam dan gardu distribusi jalan Karya depan Karya Sosial," jelas Hitler, Sabtu (24/6/2017). Lebih lanjut Hitler menjelaskan, daerah-daerah yang terdampak padam antara lain ; Jl. Soewignyo, Jl. Danau Sentarum, Jl. Dr. Wahidin, Jl. H. Rais A. Rahman dan sekitarnya. Sementara untuk gardu jalan Karya, beberapa daerah yang padam yakni ; Jl. Karya, Jl. Husein Hamzah, Jl. Berdikari, Jl. Tebu, dan sekitarnya.

Akibat sambaran petir tersebut listrik padam hingga subuh hari.

 

7. LISTRIK PADAM – LAMPUNG

Bandar Lampung - Pemadaman listrik kembali terjadi di Kota Bandar Lampung. Hal ini terjadi hampir menyeluruh di Kota Bandar Lampung seperti Tanjung Senang, Teluk Betung, Kemiling, Sukarame, Kedamaian, Telukbetung Utara, dan Tanjungkarang Barat. Pemadaman terjadi diantaranya mulai dari Rabu dinihari 3 Januari 2018. Siang ini seperti Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengalami dampak padamnya listrik oleh PLN. Pemadaman listrik di awal tahun 2018 membuat warga mengeluhkannya. Salah satunya Agung, warga Gang Pisang Sukajawa ini mengatakan tadi pagi listrik padam pukul 08.00 WIB sempat hidup dan mati lagi. "Dari tadi belum hidup (listrik, ed). Padahal kan sudah musim hujan," ungkap dia kepada Saibumi.com Rabu, 3 Januari 2018. Masih kata dia, PLN sudah berjanji bahwa kebutuhan listrik Lampung surplus dan tidak terjadi pemadaman. "Katanya kan udah gak mati-mati lagi. Ini masih mati juga," kesalnya.

Keluhan juga disampaikan oleh warga Tanjung Senang, Roy mengatakan pagi saat akan beraktivitas listrik padam. "Pagi jam 7 udah mati listriknya. Kan lagi mau mandi ngidupin air," kesalnya. Dia meminta agar pemadaman ini tidak terjadi lagi. "Ya kan sudah gak mati lampu-lampu lagi tiba-tiba mati. Supaya bisa diatasi karena apa matinya," imbuhnya. Terpisah Pelaksana Tugas Deputi Manajer Hukum dan Humas PT PLN Distribusi Lampung Hendri AH mengatakan pemadaman dikarenakan gangguan sistem Gardu Induk (GI) Bukit Kemuning - Blambanganumpu.

"Pagi ini, Rabu 3 Januari 2018 sebagian besar wilayah di Provinsi Lampung mengalami pemadaman listrik yang disebabkan oleh terjadinya trip akibat sambaran petir pada pukul 06.15 WIB di penghantar SUTT 150 KV GI Bukit Kemuning - Blambanganumpu. Sehingga menyebabkan 21 gardu induk di wilayah area Tanjungkarang, area Metro, dan beberapa wilayah area Kotabumi kehilangan tegangan. Oleh sebab itu dilakukan penormalan secara bertahap," ujar dia dalam rilisnya.


Lainnya

Eksternal dan Internal Proteksi Penangkal Petir

revolusipetir.com Dalam Perlindungan penangkal petir atau sebutan penyalur petir terdapat dua sistem yang sangat erat berkaitan satu sama lainnya, yang pertama adalah penangkal petir eksternal yaitu instalasi penangkal petir yang sering kita jumpai di atas bangunan berupa batangan…

Penangkal Petir

Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi petir menuju ke permukaan bumi dengan tujuan menetralisasi arus listrik pada petir tersebut, tanpa merusak benda-benda yang dilewatinya.  Ada 3 bagian utama pada penangkal petir: Batang Penangkal Petir Kabel…

Pengertian Petir

Petir merupakan fenomena alam yang sangat indah, akan tetapi juga merupakan ancaman bagi mahluk hidup yang ada di bumi. Dengan temperatur sambaran melebihi panas permukaan matahari dan kekuatan benturan yang menyebar ke segala arah. Terjadinya petir biasanya mengikuti peristiwa hujan baik air…